Sahabat Suara Islam , Canberra - Seorang ilmuan asal Australia baru-baru ini mengeluarkan artikel tentang perubahan iklim yang menger...
Sahabat Suara Islam, Canberra - Seorang ilmuan asal Australia baru-baru ini mengeluarkan artikel tentang perubahan iklim yang mengerikan hingga bisa memicu Bumi bak kiamat tak bisa lagi ditinggali.
Adalah David Wallace-Well yang menulis esai di Majalah New York berjudul 'The Unhabitable Earth'. Dalam tulisannya ia mendeskripsikan betapa mengerikannya pemanasan global kelak. Dan Bumi bakal tak bisa dihuni lagi pada akhir abad.
"Aku janji, pemanasan global jauh lebih mengerikan daripada yang kau bayangkan," tulis Wallace-Well dalam kalimat pembuka esai-nya seperti dikutip dari News.com.au pada Minggu (16/7/2017).
Wallace-Well mendeskripsikan 'kiamat' akan terjadi di Australia.
"Bahkan jika orang Australia berhasil selamat, namun kota-kota besar mengalami kekeringan yang parah, laut beracun, dan kematian menghantui gara-gara asap serta perang," tulisnya dalam artikel itu.
Wallace-Well juga menegaskan bahwa kiamat akan terjadi pada akhir abad.
Meski demikian, tulisannya itu mendapat kritik tajam. Namun, bukan oleh mereka yang skeptis dengan perubahan iklim, melainkan ilmuwan yang pro terhadap hal itu
Para ilmuan sepakat tulisan Wallace-Well 'tak bertanggung jawab'.
"Klaim luar biasa ini memerlukan bukti banyak dan mendalam yang luar biasa. Artikel ini gagal untuk menunjukkan bukti itu," kata Michael E.Mann Direktur Earth System Science Centre di Pennsylvania State University.
Senada dengan Mann, Richard Betts dari University of Exeter, Inggris mengatakan, "Bumi tak bisa lagi ditinggali adalah murni hiperbola."
Namun, ada pula yang sependapat dengan Wallace-Well. Salah satunya ada Dr Liz Hanna, Presiden dari the Climate and Health Alliance dan peneliti dampak pemanasan global terhadap kesehatan di Australian National University (ANU).
"Ini bisa saja terjadi, dan kapan saja," kata Hanna. Ucapannya diamini oleh Professor Will Steffen dari Dewan Kebijakan untuk Perubahan Iklim Australia.
"Ini bukan pandangan ultra-sains, namun, penilaian yang teliti terhadap keruntuhan masyarakat akan perubahan iklim yang ekstrem," kata Steffen.
Lantas skenario seperti apa yang menunjukkan bahwa kiamat sudah di depan mata.
