Sahabat Suara Islam , MEULABOH - Teuku Usman Basyah, pelaku pemukulan terhadap Slamet (31) yang merupakan petugas pencatat meteran P...
Sahabat Suara Islam , MEULABOH - Teuku Usman Basyah, pelaku pemukulan terhadap Slamet (31) yang merupakan petugas pencatat meteran PDAM Tirta Meulaboh menegaskan aksi pemukulan yang dilakukan olehnya pada Rabu (5/7/2017) lalu merupakan wujud kekesalan dirinya terhadap mutu dan pelayanan perusahaan daerah setempat.
Pasalnya, ia sejak Maret 2017 lalu tidak lagi menjadi pelanggan PDAM lantaran air yang disuplai dari perusahaan tersebut tidak pernah lagi ia terima, sehingga ia memutuskan untuk menggunakan air dari sumur bor.
Meski tak lagi menggunakan air dari PDAM, namun tagihan air yang ditagihkan pada nomor rekening miliknya tersebut terus berlangsung hingga bulan Juli 2017 sehingga menyebabkan dirinya kesal.
"Saya kesal karena mereka (petugas PDAM) membohongi saya, saya tak pernah lagi pakai air pam malah terus ditagih dengan biaya yang sangat besar," kata Usman Basyah kepada Serambinews.com, Jumat (7/7/2017) di Meulaboh.
Yang membuat dirinya semakin kesal, petugas PDAM justru tak pernah datang ke rumahnya untuk mencatatkan jumlah pemakaian air.
Namun tagihan tetap saja disampaikan kepada dirinya sehingga ia kesal dan marah. (*)
Sumber; http://aceh.tribunnews.com
